Waspada!, Kenali Modus Penipuan Baru Yang Manfaatkan Kondisi Pandemi Covid-19

0
82

JAKARTA- Sudah banyak orang jadi korban penipuan lewat SMS, ditambah pandemi Covid-19 masih belum berakhir, penipuan makin marak sebab dipastikan begitu banyak orang yang tidak terlalu waspada akibat kepanikan dalam menghadapi wabah Virus Corona.

Dilansir dari JPNN.com, data marketplace menunjukkan bahwa di bulan-bulan belakangan seiring dengan berkembangnya pandemi Covid-19 dan makin banyaknya warga yang tinggal di rumah, terjadi peningkatan pelaporan penipuan.

Tidak sedikit orang yang menjadi korban dari penipuan lewat SMS (Short Message Service). Biasanya korban yang kena tipu itu mengalami kerugian, yang umumnya material.

Korban terkena bujukan karena pelaku pintar memainkan kata-kata dengan isi SMS yang membuat target menjadi percaya. Sehingga, dengan modal memainkan emosi korban via SMS, tidak sedikit yang terkena bujuk rayuan sehingga dengan gampangnya memberikan harta secara gratis.

Bebeapa modus penipuannya antara lain:

  1. Kredit Tanpa Agunan

Lewat sebuat pesan singkat (SMS) ini, anda akan ditawari kemudahan dalam mendapatkan sejumlah dana yang jumlahnya bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah. Anda tergoda? Bisa jadi, iya. Namun jika anda jeli melihatnya, maka logika anda akan bekerja dan menimbulkan pertanyaan, “Bagaimana mungkin sejumlah besar dana bisa didapatkan melalui sebuah pesan singkat saja?”

Tips:

Jangan mudah tergiur dan membuat kesalahan dengan cara meladeni berbagai SMS yang serupa, tindakan tersebut hanya akan membuat anda menjadi korban penipuan nantinya. Lebih baik dihapus saja SMS yang berisikan tawaran pinjaman uang tanpa syarat. Para pelaku kejahatan penipuan berkedok KTA  akan selalu semangat mengirimi SMS  ke ponsel anda, oleh sebab itu Anda juga harus lebih semangat lagi untuk mengabaikannya.

  • SMS Nomor resi Jasa Pengantaran Barang

Ini juga penipuan ya masih tetap dengan modus yang hampir sama. Masalah bahwa penjual sudah mengirimkan foto nomor resi itu adalah juga termasuk modus mereka. Nomor resi itu adalah palsu. Jika anda sering mengirimkan paket via JNE tentu tidak asing lagi dengan slip resi warna putih hasil print itu, bukan. Nah, celah inilah yang sering digunakan penipu untuk memalsukan nomor resi tersebut.

Tips:

Selalu melakukan kontak kepada Customer Service anda belanja online, pastikan CS yang melayani anda mengirimkan no.resi barang yang akan dikirim  

  • Penipuan Konfirmasi Petugas Bank

Ada orang yang menghubungimu dan mengaku adalah petugas bank yang resmi lalu meminta kamu untuk memberikan sejumlah informasi berkaitan dengan rekening bank milikmu, maka kamu harus berhati-hati dengan orang tersebut.

Biasanya oknum tersebut akan meminta berbagai informasi pribadi yang berkaitan dengan akun rekening milikmu dengan alasan untuk verifikasi data. Berbagai informasi data pribadi seperti di bawah ini, hanya bisa kamu berikan ke orang yang bisa kamu percaya atau petugas bank yang benar-benar resmi.

  • Nomor kartu ATM
  • Nomor Kartu Kredit
  • Nama ibu kandung
  • Tanggal lahir
  • Nomor rekening
  • Nomor telepon atau ponsel.

Tips:

Tak usah diladeni, bank tidak akan menghubungimu dengan meminta data pribadi, ingat jaga keamanan data pribadi milikmu dengan merahasiakan informasi seperti di atas dari orang-rang yang memiliki maksud untuk membobol rekening milikmu.

Sebagaimana dilansir laman Kementerian Kominfo, alur proses pelaporan SMS penipuan ataupun telepon yang menyalahgunakan layanan jasa seluler ialah:

  • Pelanggan yang menerima panggilan dan/atau pesan yang tidak dikehendaki, selanjutnya disebut Pelapor, diminta untuk merekam percakapan dan/atau memfoto (capture) pesan, serta nomor telepon seluler pemanggil dan/atau pengirim pesan.
  • Pelapor mengirimkan nomor telepon seluler (MobileSubscriberIntegratedServices Digital NetworkNumber/MSISDN) pelapor yang telah teregistrasi dengan benar dan berhak serta rekaman percakapan dan/atau foto pesan ke akun twitterBRTI: @aduanbrti
  • Petugas helpdesk melakukan verifikasi dan analisis percakapan dan/atau pesan yang telah dikirim ke akun twitterBRTI: @aduanbrti
  • Petugas helpdesk membuat tiket laporan ke dalam sistem SMARTPPI dan mengirimkan pesan notifikasi dalam bentuk e-mail ke penyelenggara jasa telekomunikasi terkait yang meminta agar nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan diblokir
  • Penyelenggara jasa telekomunikasi membuka dan menindaklanjuti laporan yang terdapat dalam sistem SMART PPI dengan melakukan blokir nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan yang terindikasi penipuan dalam waktu 1 X 24 jam
  • Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan notifikasi kepada BRTI terkait pengaduan pelanggan yang telah ditindaklanjuti atau diselesaikan ke sistem SMART PPI.

Tidak ada yang bisa melindungimu dari penipuan di era kemajuan teknologi, yang dibutuhkan adalah kewaspadaanmu!, kamu jangan sampai tertipu ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here