Terinspirasi Oleh Istri Eric Yuan Lahirkan Zoom

0
56
Terinspirasi Oleh Istri Eric Yuan Lahirkan Zoom/Foto: istimewa

JAKARTA – Dampak virus corona COVID-19 membuat kepopuleran aplikasi video telekonferensi, aplikasi Zoom yang didirikan Eric Yuan kini meroket. Aplikasi ini mampu membuat karyawan produktif di ruang virtual dengan mengadakan rapat kerja secara online.

Pria berusia 50 tahun ini lahir di provinsi Shandong, China. Ia mempelajari permesinan di salah satu perusahaan raksasa Asia. Kemudian selama empat tahun ia bekerja di Jepang, lalu memutuskan pindah ke Amerika Serikat (AS).

Alasanya berhijrah ke AS adalah Bill Gates, Yuan berpikir bagaimana caranya bisa jadi penguasa teknologi di sana. Namun jalannya tak langsung mulus. Ia sempat mengalami penolakan untuk tinggal dan bekerja di AS sampai akhirnya diizinkan.

“Pertama kali saya mengajukan permohonan visa AS, saya ditolak. Saya terus mengajukan permohonan lagi dan lagi selama dua tahun dan akhirnya menerima visa saya pada percobaan kesembilan,” ujarnya, Dilansir dari India Today, (1/4/2020).

Aa berfikir bahwa dengan pindah ke Amerika Serikat (AS) tepatnya ke Sillicon Valley akan mampu merubah kehidupannya dan lebih menjanjikan untuknya berkarir di negeri paman Sam.

Yuan memulai kehidupan baru di Silicon Valley. Bekerja menjadi programmer di perusahaan WebEx. Selang 10 tahun, atau pada 2007 perusahaan WebEx diakuisisi oleh Cisco Systems. Di sana Yuan menjadi pimpinan bagian Engineering.

Tahun 2011, Yuan melakukan presentasi pada para eksekutif Cisco. Ia mengemukakan idenya terkait aplikasi untuk konferensi video dengan perantara komputer, tablet, dan handphone. Sayangnya ide tersebut ditolak.

Yuan pun mengundurkan diri dari perusahaan besar tersebut. Dan mencoba membangun perusahannya sendiri, Zoom. “Saya memutuskan sudah waktunya untuk membuat solusi komunikasi video yang saya bayangkan selama perjalanan kereta kampus menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Lebih dari 40 insinyur dari Cisco direkrut ke start-up miliknya dan baru pada 2012, Zoom akhirnya diluncurkan sebagai aplikasi konferensi video.

Saat ini, dampak dari pandemi virus corona membuat Zoom mendapat lonjakan harga saham menjadi sekitar US$ 150 dari US$ 60 pada awal tahun. Hasilnya adalah kekayaan Yuan pun kini meningkat. Dilansir dari Forbes, (1/4/2020), kekayaan bersih dari Eric Yuan ditaksir mendekati US$ 7 miliar atau setara Rp 112 triliun (asumsi Rp 16.000/US$).

Rupanya, ide awal Yuan membuat Zoom adalah karena sang istri. Kala ia masih menjadi mahasiswa di China, ia berniat mengunjungi pacar yang kini menjadi istrinya.

“Saya pertama kali memikirkan Zoom saat menjadi mahasiswa di China. Saya harus menggunakan kereta selama 10 jam untuk menemui seseorang, yang sekarang menjadi istri saya,” kata Yuan.

Dalam perjalanan panjang tersebut, Yuan merasa bosan dan memikirkan bagaimana caranya agar bisa menemui sang pacar tanpa harus menghabiskan waktu. Itulah yang menjadi asal muasal berdirinya Zoom.

“Saya tidak menyukai perjalanan tersebut dan membayangkan berbagai cara lain untuk dapat menemuinya tanpa harus melakukan perjalanan. Inilah yang akhirnya mendasari Zoom,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here