Pengamat: Politisi Rentan Langgar Etika Politik Saat Pandemi

0
49
Ilustrasi: Istimewa

JAKARTA-Pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Budi Suryadi mengatakan, etika politik saat ini rentan dilanggar di tengah kekosongan tahapan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Pelanggaran etika politik ini sangat merugikan kelembagaan penyelenggara pilkada seperti Bawaslu dan KPU. Keberadaan lembaga ini seperti diabaikan dan dianggap tidak ada sama sekali,” katanya, Selasa (26/5)

Budi mencontohkan salah satu etika politik yang rawan diterobos yaitu politisasi bantuan sosial (bansos) dari program pemerintah yang kini ramai pada masa pandemi Covid-19. Menurut dia, kecenderungan bakal calon pejawat yang berpotensi mencalon di pilkada melakukan politisasi bansos dikarenakan mengabaikan celah kekosongan tahapan pilkada.

“Bagi balon pejawat ini tidak ada aturan pilkada yang dapat menjeratnya dalam melakukan tindakan politisasi bansos,” bebernya.

Guru Besar Bidang Sosial dan Politik ULM menilai, bakal calon pejawat bisa saja dengan sewenang-wenang atas nama jabatannya mempolitisasi bansos sebagai upaya memaksimalkan pencitraan di tengah wabah. Selain itu, pejawat yang melanggar etika politik dapat menciderai demokrasi yang sangat jelas mengatur fatsoen politik secara jurdil.

Budi menegaskan, etika politik menjadi prinsip dasar dan moral seseorang bakal calon yang nantinya bertarung di pilkada. “Etika politik saja dilanggar apalagi nanti aspek lainnya,” timpalnya.

Padahal, tambah dia, pembangunan politik daerah justru sangat mencari bakal calon yang taat dengan etika politik sebagai perwujudannya karakter diri menjadi pemimpin daerah, bukannya mencari pelanggar etika politik.

“Pelanggaran etika politik ini lebih berat konsekuensinya dari vonis hukum karena etika politik merupakan pedoman dan prinsip dasar hukum dan tindakan politik seseorang dalam melaksanakan mengemban pembangunan daerah,” katanya.

Sebelumnya dari Jenewa, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus geram melihat kelakuan para politikus di tengah wabah virus corona. Dia menilai, politisasi terhadap penyakit menular ini sangat berbahaya.

“Tolong karantina upaya memolitisasi COVID. Jika kita ingin menang, kita tidak boleh membuang waktu untuk saling menyalahkan,” desak Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Rabu (8/4).

Ketika menjawab pertanyaan dari awak media terkait ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membekukan aliran dana negaranya ke WHO, Tedros menuturkan bahwa pesannya kepada dunia saat ini adalah persatuan dan solidaritas, alih-alih upaya memolitisasi virus itu.

“Saya akan menganjurkan dua hal kepada dunia,” katanya dalam konferensi pers virtual dari Jenewa. Hal pertama adalah persatuan nasional, sementara solidaritas global menjadi hal yang kedua.

Tedros menekankan bahwa pada tingkat nasional, para pemimpin harus melakukan upaya lintas partai.

“Pesan saya untuk partai-partai politik, jangan memolitisasi virus ini. Jika Anda peduli pada masyarakat, lakukan upaya lintas partai dan ideologi. Tanpa persatuan, kami tegaskan, negara mana pun yang mungkin memiliki sistem kesehatan yang lebih baik akan menghadapi masalah, dan lebih banyak krisis,” sebut Tedros.

“Tidak perlu memanfaatkan COVID untuk meraih poin politik. Anda memiliki banyak cara lain untuk membuktikan diri. Ini bukan hal yang dapat digunakan untuk kepentingan politik. Itu seperti bermain api,” imbuh Tedros.

“Saat ini, AS dan Tiongkok, seluruh anggota G20 lainnya serta semua negara di dunia harus bersatu demi memerangi virus itu,” ujarnya. Dia juga mengatakan bahwa, “ketika ada keretakan di tingkat nasional dan global, saat itulah virus tersebut berhasil.”

Sebelumnya pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan dukungan terhadap WHO.

“Saya meyakini bahwa WHO harus didukung, karena organisasi itu sangat penting dalam upaya dunia memenangkan perang melawan COVID-19,” tutur Guterres dalam pernyataan. 

 

Berita ini telah ditayangkan di:

https://republika.co.id/berita/qaxc1f335/pengamat-etika-politik-rentan-dilanggar-saat-pandemi

https://www.jpnn.com/news/who-kecam-tingkah-politikus-di-tengah-pandemi-virus-corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here