Masyarakat Ekonomi Menengah Beli Rumah di Masa Pandemi, Bisa?

0
40
Foto:istimewa

JAKARTA-Sektor properti disebut-sebut masih menjadi sektor yang akan tumbuh di masa pandemi seperti saat ini. Hal itu didasari pada tren kebutuhan perumahan masyarakat, yang masih dan akan terus meningkat ke depannya.

Dilansir dari Vivanews, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia atau Arebi, Lukas Bong mengatakan, pertumbuhan sektor properti itu juga akan dibarengi dengan pengetatan persyaratan dari pihak perbankan.

Hal ini seiring dengan makin terjangkaunya harga properti itu sendiri, sehingga membuat masyarakat mudah menjangkaunya melalui beragam fasilitas kredit pembiayaan perumahan.

“Apalagi saat ini harga properti sudah tidak lagi memberatkan. Sehingga, sangat layak bagi masyarakat untuk mulai membeli properti,” kata Lukas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/05/2020).

Lukas menambahkan, sektor properti ini juga akan menjadi sektor yang menjanjikan dari segi ekonomi, baik di saat pandemi Covid-19 maupun saat wabah ini berlalu nantinya.

Dia menilai, saat ini juga menjadi momentum yang tepat bagi kalangan milenial untuk memiliki hunian, sehingga mereka bisa mulai mengalihkan kebiasaan traveling mereka untuk berinvestasi ke sektor properti.

“Sekarang banyak pengembang yang menjual properti dengan paket penawaran yang menarik. Ini saatnya bagi milenial yang memiliki tabungan, atau yang mampu menyicil properti,” ujarnya.

Lukas mengatakan, di kawasan BSD dan Serpong, saat ini banyak pengembang yang menawarkan ‘landed house’ dengan harga terjangkau bagi milenial, serta beragam promo menarik lainnya.

Menurutnya, kesempatan emas berupa program penawaran menarik dari para pengembang ini, menjadi momen yang baik untuk dimanfaatkan.

Karena biasanya, di momentum semacam inilah para pengembang juga kerap menawarkan harga yang lebih murah, dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya dan di hari-hari biasanya.

’”Sekarang harga sudah bergerak turun 30 persen, itu belum termasuk jika ada penawaran khusus,” ujarnya.

Sebelumnya di lansir dari Detik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta masyarakat tidak menunda kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi meski sedang ada wabah virus corona (Covid-19) yang menggoyang ekonomi Indonesia.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heriepoerwanto menjelaskan, pemerintah mulai menggelontorkan tambahan subsidi Rp 1,5 triliun untuk memudahkan masyarakat membeli rumah.

“Jadi kami ingin menjaga momentum ya, pada saat musim wabah Covid-19 ini kita berharap masyarakat tetap yang tadinya ingin mendapatkan rumah, memperoleh rumah dengan KPR subsidi itu tetap pada niatnya. Kami jamin itu dan kami akan proses sesuai dengan ketentuannya,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2020).

Dia memahami situasi saat ini berbeda karena adanya pandemi Covid-19. Namun melalui subsidi yang dikucurkan per 1 April 2020 itu, harapannya mampu menjaga momentum pertumbuhan industri perumahan setelah melesu pada saat tahun politik 2019.

“Hal ini sama juga dengan kemarin pada saat kita berurusan dengan tahun politik dan seterusnya, semua pada saat itu diam ya. Tetapi begitu politik sudah lewat normal lagi dan meningkat kembali,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta pengembang tak ragu untuk membangun perumahan di tengah wabah Corona. Apalagi pemerintah mulai menggelontorkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut diharapkan memberi keyakinan bagi pengembang untuk tetap melaksanakan pembangunan rumah.

“Ada Covid-19 maka kemudian SSB ini dalam konteks stimulus fiskal. Pertama adalah menjamin anggaran pemerintah itu ada, sehingga pengembang, dunia usaha itu yakin bahwa ‘oke kalau saya bangun, subsidinya ada di pemerintah’ jadi tidak perlu ragu-ragu,” tambahnya.

Sumber berita: https://finance.detik.com/properti/d-4959971/ada-wabah-corona-sebaiknya-tunda-beli-rumah-atau-tidak

Dan https://www.vivanews.com/bisnis/properti/49303-properti-jadi-sektor-paling-menjanjikan-saat-pandemi-covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here