Fakta Unik Mc.D Sarinah: Dari Mohamad Ali Sampai Teror Bom

0
59

JAKARTA-Mc.D Sarinah bakal jadi kenangan terpahit dan termanis bagi warga Jakarta, terutama warga yang tinggal disekitar Sarinah, atau para pekerja kantoran yang ada disekitar sarinah.

Dilansir dari Liputan6.com, Direktur Marketing Communications, Digital dan CBI McDonald’s Indonesia, Michael Hartono menyampaikan McDonald’s di Sarinah adalah gerai pertama McDonald’s dan menjadi tonggak sejarah kehadiran jaringan McDonald’s di seluruh Indonesia.

“Kami menyadari restoran McDonald’s di Sarinah Thamrin ini merupakan salah satu restoran kami yang penting dan sangat bersejarah, tidak hanya bagi kami namun juga bagi konsumen kami,” kata Michael seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (8/5/2020).

“Bukan hanya karena lokasinya yang strategis, namun juga karena banyak kenangan yang tercipta di sana. Bagi kami, McDonald’s Thamrin adalah flagship store yang menjadi tonggak sejarah kehadiran McDonald’s di Indonesia,” tambahnya.

McDonald’s pertama kali dibuka di Sarinah pada 14 Februari 1991 silam. Meski awalnya sempat meninggalkan Sarinah pada 2009, McDonald’s berhasil kembali lagi ke pusat perbelanjaan yang berada di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat tersebut.

Dengan penutupan ini, perusahaan memastikan seluruh karyawan yang selama ini bekerja di restoran McDonald’s Sarinah akan tetap mempertahankan pekerjaannya dan direlokasi ke berbagai restoran McDonald’s lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua konsumen setia kami yang telah bersama-sama membesarkan McDonald’s Sarinah Thamrin dan menciptakan berjuta kenangan manis bersama kami di sana,” ungkap Michael

Dilanjutkan Michael, besar harapnya pihaknya akan terus berusaha memberikan yang terbaik pada konsumen dan mencari lokasi-lokasi strategis lainnya.

Sebagai alternatif, ada beberapa restoran McDonald’s yang dapat dikunjungi oleh konsumen seperti McDonald’s Raden Saleh, McDonald’s Cideng, McDonald’s Central Plaza, dan McDonald’s Hayam Wuruk.

Traktiran Mohammad Ali

Tahun 1996 Mohammad Ali Mampir untuk sarapan di Mc.D Sarinah

Dilansir dari Suara.com, Melalui sejumlah akun media sosial, belakangan beredar kabar restoran cepat saji McD Sarinah segera tutup permanen. Rencananya, McDonalds Sarinah ini akan berhenti beroperasi mulai 10 Mei 2020 mendatang.

Banyak sekali kenangan yang tersimpan di McD Sarinah, salah satunya yakni pernah disambangi oleh mendiang Muhammad Ali.

Ya, tepat pada tahun 1996, Muhammad Ali sempat berkunjung ke Indonesia dan mampir ke McD Sarinah.

Terlebih, pada waktu itu Muhammad Ali dengan senang hati tampak metraktir banyak orang di McD Sarinah yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat tersebut.

“Kenangan saat Almarhum Muhammad Ali mentraktir warga di Jakarta di McD Sarinah pada tahun 1996,” tulis akun Twitter @pra_dypta, 

Diketahui, awalnya petinju yang memiliki julukan si mulut besar tersebut hendak pergi mencari makan. Muhammad Ali berjalan bersama rekannya dari hotel tempatnya menginap serta mampir ke McD Sarinah.

Tentu saja, tidak sedikit orang-orang yang mengikuti Muhammad Ali masuk ke McD Sarinah pada waktu itu. Dengan murah hati, bahkan Muhammad Ali menawarkan makan gratis untuk pengunjung McD Sarinah.

Memori Muhammad Ali mentraktir makanan di McD Sarinah itu tentu begitu membekas di benak masyarakat Indonesia. Foto Muhammad Ali sedang memesan makanan di kasir McD Sarinah juga telah menyebar.

Tidak sedikit bahkan warganet yang mengunggah kembali foto kenangan Muhammad Ali ketika berada di McD Sarinah lewat akun media sosial masing-masing.

Petinju legendaris, Muhammad Ali, ternyata pernah mentraktir sekitar 100 orang Jakarta di McDonald’s Sarinah di sela-sela kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1996 untuk misi kemanusiaan.
Hal ini diceritakan oleh founder Global Village Foundation yang juga teman dekat Ali, Yank Barry. Kisah itu kemudian dituangkan dalam blog yayasan tersebut oleh Jackie Bigford.
Pada suatu pagi pukul 07.00 WIB, Muhammad Ali tengah merasa lapar dan memutuskan untuk mencari restoran yang tidak jauh dari tempat menginapnya, Hotel Hilton. Ali bersama Yank Barry dan kawan lainnya mendatangi McDonald’s di kawasan Sarinah Thamrin.

Setibanya di sana, Ali dan Yank tanpa sadar sudah dikerumuni oleh orang yang sudah menyemut mengelilinginya. Maklum, saat itu Ali keluar dari hotel tanpa ditemani bodyguard.

Bomber Sarinah

Bom Sarinah membuat Mc.D jadi sorotan media, karena kejadian teror bom itu tepat didepan gerai Mc.D

Dikutip dari Antara, Setelah hampir 30 tahun menempati salah satu sudut ikon bersejarah di Jakarta, Gerai pertama McDonald’s di Indonesia di pusat pembelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, harus mengucapkan selamat tinggal kepada pelanggannya karena akan ditutup permanen mulai Minggu (10/5).

Gerai perdana McDonald’s di Indonesia itu terpaksa ditutup atas permintaan manajemen gedung Sarinah melalui suratnya yang diterima McDonald’s Indonesia pada Jumat (1/5).

Manajemen gedung Sarinah akan merenovasi dan mengubah strategi bisnis pada bangunan milik pemerintah tersehut, kata McDonald’s Indonesia dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis malam (7/5).

McDonald’s akan secara resmi menutup gerainya di Sarinah Thamrin mulai Minggu, 10 Mei 2020 pukul 22.05 WIB.

“Bagi kami McDonald’s Thamrin adalah flagship store yang menjadi tonggak sejarah kehadiran McDonald’s di Indonesia. Namun bagi jutaan konsumen McDonald’s yang pernah singgah di restoran kami tersebut, McDonald’s Sarinah Thamrin adalah kenangan indah yang telah menciptakan jutaan momen berharga dan tak terlupakan,” ujar Michael Hartono, Direktur Marketing Communications, Digital dan CBI McDonald’s Indonesia.

Menurut Michael Hartono, banyak konsumen yang memiliki pengalaman pertama bersama McDonald’s di Sarinah Thamrin dan sekarang mewariskan pengalaman itu kepada anak-anak mereka dengan tetap menjadi pelanggan setia McDonald’s Sarinah Thamrin.

Dengan letaknya di salah satu perempatan jalan terbesar kawasan Thamrin, Jakarta, Mcdonald’ Sarinah pun tak elak menjadi saksi bisu berbagai peristiwa di ibukota, mulai dari terendam banjir, serangan teror bom, hingga kerusuhan massa.

Pada 2013 lalu, kawasan perbelanjaan Sarinah diterjang banjir hingga selutut orang dewasa. Banjir kala itu merupakan kali pertama setelah lamanya kawasan ring satu Jakarta tersebut tidak dilanda tingginya genangan air.

Hujan deras yang melanda Jakarta pada awal tahun 2020 juga tidak luput menjadikan halaman Mcd Sarinah salah satu kawasan yang terendam sehingga membuat aktivitas perbelanjaan hampir lumpuh.

Pada 14 Januari 2016, Mcdonald’s Sarinah juga menjadi saksi bisu teror bom di Thamrin. Sekitar pukul 10.30 WIB hari itu, bom pertama meledak di gerai Starbucks Gedung Cakrawala, gedung yang letaknya berseberangan dengan gerai Mcdonald’s Sarinah.

Selang 20 menit setelah bom pertama meledak, giliran pos polisi Sarinah yang diserang bom. Ledakan itu menewaskan tiga orang teroris serta melukai satu orang polisi. Baku tembak pun terjadi antara komplotan teroris dan polisi. Akibatnya, restoran harus tutup saat peristiwa berlangsung. Sejumlah pegawai Mcd Sarinah hingga para warga dirundung trauma atas kejadian tersebut.

Gerai Mcdonald’s pertama di Indonesia yang terletak tidak jauh dari peristiwa bom Thamrin itu akhirnya kembali dibuka sehari kemudian pada 15 Januari 2016.

Kengerian pun terulang pada 22 Mei 2019 di mana aksi unjuk rasa di Bawaslu, yang juga terletak di seberang Mcdonald’s Sarinah terjadi dan berujung pada kerusuhan-.

Pasukan antihuru-hara gabungan TNI-Polri disiapkan, sementara massa baku hantam menyerang polisi dengan menggunakan batu dan petasan. Pelataran Sarinah juga dirangsek, hingga akhirnya font merah BUMN tersebut hanya tertanggal “inah”.

McDonald’s pertama kali dibuka di Sarinah Thamrin pada 14 Februari 1991 dan menjadi restoran McDonald’s pertama di Indonesia. Ditutupnya restoran tersebut pun berhasil membuat warga net berduka sejak Kamis (7/5) malam.

Tagar Mcd Sarinah hingga kini bertengger menjadi trending di akun twitter dengan 25,8 ribu cuitan yang dibagikan warga net. (erw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here