Cara Menjelaskan Kewajiban Puasa di Bulan Ramadan Dengan Bahasa Ibu

0
54

JAKARTA-Puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi setiap muslim yang telah aqil baligh. Karenanya, memperkenalkan ibadah puasa perlu dilakukan sejak dini kepada anak-anak. Tujuannya agar mereka tidak kaget saat mulai diwajibkan berpuasa.

Sani B Hermawan, Psi, Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, memngatakan, orangtua memang dituntut untuk kreatif agar ibadah puasa terasa menyenangkan bagi anak-anak. “Selain di sekolah, peran orangtua dalam keluarga juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama,” tegasnya.

Memperkenalkan puasa Ramadan, lanjut dia, bisa dilakukan sejak dini setelah anak bisa berdialog dua arah. Di usia dua atau tiga tahun, anak mulai bisa diperkenalkan dengan istilah-istilah Ramadan seperti puasa, tarawih, buka puasa, sahur, imsak, dan lainnya.

Anak-anak yang belum baligh hukumnya sunnah saat puasa Ramadhan. Ketika mereka mengerjakannya. Mereka akan dapat pahala. Tapi jika mereka tidak berpuasa atau membatalkan puasanya, tidak mendapat dosa.

Bisa dengan bermacam cara. Salah satu yang paling penting adalah menjelaskan kepada anak makna berpuasa dan manfaatnya bagi kita. Seperti menjelaskan bahwa puasa adalah kewajiban dari Allah yang wajib dilakukan umat muslim. Kemudian jelaskan juga kepada anak, apa yang di peroleh ketika berpuasa, seperti badan sehat dan juga pahala yang banyak.

Menjelaskan berpuasa kepada anak pun, orang tua harus menyesuaikan usia anak. Agar kita tahu bahasa yang dimengerti anak karena itu berpengaruh terhadap perkembagan kognitifnya. Karena bagaimanapun, untuk anak usia dini yang masih terlalu kecil, pembahasan tentang agama, akhirat, Tuhan, ibadah adalah hal yang abstrak bagi anak.

Berikut adalah beberapa tips yang diberikan oleh Ezsoftech.com untuk mengajarkan berpuasa pada anak-anak Anda.

1. Belajar sambil berlatih


Pengetahuan tak akan bermanfaat selama tak diikuti dengan perilaku. Begitu juga dengan puasa. Menerangkan berbagai macam cara puasa pada anak tak akan lengkap sebelum Anda membiarkan mereka mencoba berpuasa. Biarkan anak mencoba menahan haus dan lapas semampu mereka. Sambil berlatih, mereka akan meningkatkan kemampuan untuk bisa berpuasa dengan sempurna.

2. Libatkan emosi mereka


Anak-anak sangat suka melakukan sesuatu yang berkaitan secara emosional dengan mereka. Ini membuat pengajaran melalui hal-hal yang mereka sukai, misalkan permainan atau gambar, akan lebih menarik perhatian mereka. Anda bisa mulai mengajarkan puasa dengan menceritakan kisah-kisah orang yang berpuasa, merayakan idul fitri, dan sebagainya.

3. Beritahukan tujuan berpuasa


Anak-anak seringkali bertanya-tanya: “Mengapa kita harus berpuasa?” atau berpikir “Puasa sepertinya tidak berguna.” Sayangnya banyak orang tua yang tak bijak menanggapi pertanyaan dan pernyataan semacam ini. Mereka biasanya hanya menjawab “Karena kalian harus melakukannya,” atau “Karena ibu menyuruh kalian melakukannya,” atau yang lebih parah “Karena kamu akan mendapatkan mainan baru jika berpuasa.”

Jawaban-jawaban semacam ini tak akan memberikan pondasi yang kuat terhadap keinginan anak untuk berpuasa. Beritahukan bahwa tujuan berpuasa adalah untuk mematuhi perintah Allah SWT. Karena berpuasa merupakan kewajiban umat Islam, dan selama bulan Ramadan pahala yang didapatkan umat Islam akan berlipat ganda. Ini akan meningkatkan semangat mereka untuk berpuasa dengan alasan yang benar.

4. Tekankan ide besarnya


Aturan-aturan yang terlalu banyak kadang bisa membuat anak malas sebelum benar-benar memulai berpuasa. Beritahukan saja aturan pokoknya pada mereka. Mereka tak diperbolehkan makan, minum, dan marah. Meski beberapa anak kemungkinan akan makan secara diam-diam, tetapi jangan lantas menceramahinya panjang lebar karena hal ini. Alih-alih memberikan banyak aturan tambahan, katakan saja bahwa Allah SWT selalu mengawasi mereka. Dengan begitu, mereka yang akan menentukan sendiri bagaimana harus berperilaku. Ulangi ide dasar tersebut setiap hari sehingga mereka akan mengingatnya.

5. Biarkan mereka menentukan


Yang tak diketahui oleh orang tua adalah bahwa terkadang anak-anak melihat tanggung jawab dengan cara yang lebih serius dibanding orang dewasa. Karena itu, biarkan mereka yang menentukan. Beri mereka tanggung jawab dan tugas yang berkaitan dengan puasa. Misalkan membantu menyiapkan sahur atau makanan berbuka.

6. Tunjukkan ketertarikan


Anak-anak akan menjadi semakin antusias menyambut Ramadan jika mereka melihat orang tua mereka juga bergembira menyambutnya. Jadi, tunjukkan ketertarikan Anda menyambut Ramadan, dan bagaimana Anda akan menjalani Ramadan dengan penuh suka cita dan antusias. Mereka akan belajar menghadapi Ramadan dengan melihat perilaku orang tuanya. Terlihat antusias menyambut Ramadan juga bisa menjadi motivasi bagi anak untuk melakukan puasa.

7. Gabungkan pembelajaran dengan kasih sayang

Bagaimanapun hasilnya, ingatlah bahwa mereka masih anak-anak dan sedang belajar. jadi, perlakukan mereka dengan penuh kasih sayang bagaimana pun mereka menjalani puasa mereka. Hargai usaha mereka untuk belajar berpuasa. Katakan bahwa Anda bangga dan bahagia melihat mereka bisa berpuasa, meski misalkan saja hanya setengah hari. Ini akan membuat percaya diri Anda menjadi tinggi dan membuat mereka semakin bersemangat untuk memperbaiki puasa mereka.

Itulah tujuh langkah mudah untuk mengajarkan puasa pada anak Anda. Jangan cepat berputus asa ketika anak belum bisa berpuasa sebagaimana mestinya. Tetap latih anak Anda dengan bimbingan, kasih sayang, dan kesabaran. (dev)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here