Ancaman Obesitas Hingga Penyakit Kronis Bagi Kamu yang Tidur Usai Sahur

0
49
(foto: Istimewa)

JAKARTA- Pernah ada yang kebingungan, sudah puasa kok malah Berat Badan (BB) makin bertambah?, mungkin ini perlu anda simak. Kegiatan sahur di bulan Ramadan memang menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Tidak sedikit orang yang merasa kesulitan untuk bangun pada waktu dini hari untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Pasalnya, di waktu tersebut memang menjadi kesempatan di mana tubuh mengistirahatkan diri setelah beraktivitas selama seharian.

Dengan begitu, tidak heran jika banyak orang yang masih merasakan kantuk dan lemas ketika bangun sahur. Sehingga, kembali tidur usai melaksanakan sahur pun kerap kali dilakukan oleh sebagian orang. Padahal sebenarnya hal ini tidak baik dilakukan dan dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama bagi sistem pencernaan.

Pantas saja jika orang yang mempunyai kebiasaan tidur setelah selesai sahur sering merasakan perut yang panas bahkan hingga sampai ke tenggorokan. Bisa dikatakan hal ini tanda sistem pencernaan yang memburuk akibat kebiasaan tersebut. Bukan hanya itu, tentu saja hal ini menjadi kondisi yang tidak nyaman dalam menjalankan ibadah puasa sehari-hari.

Selain masalah pencernaan, bahaya tidur usai sahur juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain. Dilansir dari Fimela.com, berikut kami telah merangkum beberapa bahaya tidur usai sahur yang perlu diwaspadai.

Sakit Dada                                                                                           

Bahaya tidur usai sahur yang pertama adalah masalah sakit dada. Gangguan kesehatan ini biasanya berupa rasa sakit pada dada seperti sensasi panas atau terbakar. Biasanya hal ini terjadi ketika sistem pencernaan bekerja lebih keras dari biasanya.

Sistem pencernaan yang bekerja lebih keras juga mengakibatkan naiknya kadar asam lambung. Hal inilah yang menyebabkan adanya sensasi terbakar yang dirasakan pada bagian dada.

Bukan hanya itu, asam lambung yang meningkat juga dapat memicu rasa mulas pada perut yang sangat mengganggu. Sehingga kondisi ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman saat sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Tenggorokan Panas

Bahaya tidur susai sahur yang kedua adalah tenggorokan yang terasa panas. Masalah kesehatan ini masih berkaitan dengan efek organ sistem pencernaan yang bekerja terlalu keras. Di mana rasa panas seperti sensasi terbakar tidak hanya di rasakan pada bagian dada, tetapi juga bisa naik pada daerah tenggorokan.

Saat kondisi ini terjadi, biasanya katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Akibatnya, kadar asam lambung meningkat dan naik sampai ke tenggorokan.Hal inilah yang menyebabkan sensasi panas seperti terbakar yang dirasakan bagian tenggorokan.

Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka bisa menyebabkan kondisi yang semakin parah hingga terjadinya peradangan.

Naiknya Berat Badan

Bahaya tidur usai sahur yang tidak boleh disepelekan berikutnya adalah naiknya berat badan. Seperti diketahui, kebiasaan tidur setelah makan memang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Di mana kebiasaan ini bisa menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak lemak dari makanan yang dikonsumsi.

Kondisi akan semakin parah ketika makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang berminyak dan mengandung banyak lemak. Hal ini semakin menambah timbunan lemak di dalam tubuh.

Akibatnya berat badan pun akan lebih cepat meningkat. Kondisi ini tentu saja bisa menjadi ancaman tersendiri bagi setiap orang. Terlebih bagi yang sering melakukan kebiasaan tidur setelah sahur.

Memicu Stroke

Bahaya tidur susai sahur yang selanjutnya adalah dapat memicu penyakit stroke. Dalam beberapa penelitian, dikatakan bahwa kebiasaan tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke. Apalagi, jika kebiasaan tidur usai makan dilakukan secara terus menerus, khususnya selama bulan Ramadan. Tentu saja hal ini menjadi ancaman tersendiri bagi setiap umat muslim yang mempunyai kebiasaan tersebut.

Untuk itu, sebisa mungkin lakukan kegiatan sahur di waktu yang lebih awal. Dengan begitu tubuh mempunyai sedikit waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Setelah sekitar satu jam atau lebih perut akan terasa lebih nyaman dan bisa tidur setelahnya. Namun jika ingin menghindari risiko ini, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan agar tidak mengantuk dan tidur setelah sahur.

Diare

Berikutnya, gangguan diare juga menjadi salah satu ancaman bahaya tidur usai sahur. Dikatakan bahwa, makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik di dalam perut akan meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti diare. Apalagi jika makanan yang dikonsumsi adalah makanan pedas, asam, dan bersantan.

Jenis makanan tersebut bisa semakin meningkatkan asam lambung yang terjadi dalam sistem pencernaan. Untuk itu, sebaiknya pilih menu makanan sehat yang akan dikonsumsi saat sahur. Seperti sayur, buah, atau makanan sehat lainnya yang bisa mengurangi risiko naiknya asam lambung.

Meningkatnya Kadar Gula Darah

Bahaya tidur usai sahur yang tidak boleh disepelekan lainnya adalah meningkatnya kadar gula darah. Dikatakan pula, bahwa kebiasaan tidur setelah makan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Jika hal ini terjadi tentu akan memberikan pengaruh pada beberapa risiko penyakit dan gangguan kesehatan, salah satunya adalah risiko obesitas. Untuk mencegahnya, maka lakukan berbagai kegiatan atau kesibukan setelah sahur sehingga rasa kantuk akan teralihkan dan kebiasaan tidur pun dapat ditinggalkan.

Artikel ini pernah tayang di: https://today.line.me/id/pc/article/6+Bahaya+Tidur+Usai+Sahur+Naiknya+Berat+Badan+hingga+Picu+Stroke-eO7oeD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here